Hidup di dunia hanyalah sementara, untuk itu janganlah terlalu bangga ataupun puas atas kenikmatan duniawi. Sesungguhnya hidup yang kekal abadi ialah kehidupan di akhirat, dimana kita dapat amat merasakan nikmatnya surga ataupun pedihnya siksa api neraka. Allah SWT menilai hambaNya bukan dari ketampanan maupun kecantikan, melainkan dari keimanan serta ketaqwaan terhadapNya. Untuk itu marilah kita senantiasa berlomba-lomba mencari pahala sebanyak-banyaknya serta mencari ridho dariNya.
Hidup tak selalu indah seperti yang diharapkan. Hidup juga tak semudah yang kita bayangkan. Kita harus bisa belajar memaknai apa arti sesunggunya dari kehidupan. Hidup diibaratkan seperti roda yang berputar, begitu kata orang bijak. Dalam roda kehidupan tak selamanya kita berada di atas terkadang juga berada di bawah. Jadi janganlah puas jika kita sedang berada di atas, justru di situ kita malah harus berhati-hati karena suatu saat akan berada di bawah, begitu juga sebaliknya. Allah tidak akan memberi cobaan umatNya di luar batas kemampuannya, oleh karena itu kita pasti dapat mengatasinya dan memperoleh hikmah untuk berbuat lebih baik lagi lagi dari sekarang, itu maksudnya mengapa Allah memberi cobaan kepada kita. Untuk itu kita janganlah menyianyiakan hidup hanya untuk kepentingan dunia semata, melainkan kita juga harus memikirkan kehidupan kelak di akhirat.